Persiapan sebelum mengikuti audisi musik di Austria.

Di blogpost sebelumnya, saya menyebutkan bahwa untuk mengikuti audisi musik di Universitas Austria, ada kriteria yang sangat diperhatikan oleh para penguji. Kriteria ini adalah hal yang crucial dalam menilai kematangan sang musisi, khususnya apakah sang musisi memiliki pengetahuan mendalam tentang karya yang ia mainkan.

Jadi aspek apa saja yang diperlukan calon peserta audisi? Mempelajari satu karya musik ternyata bisa menjadi sangat kompleks dan bukan hanya sekedar membaca notasi di atas kertas. Penjelasan mendalamnya akan saya bahas dengan contoh karya dari Francisco Tarrega yang berjudul Lagrima.


Analisa berikut akan saya bagi dalam poin - poin, supaya bisa lebih mudah dimengerti.

1. Definisi dan histori

Sebelum memainkan satu karya, kita harus mencari latar belakang informasi dari karya tersebut. Mendapatkan info definisi dari suatu karya tidaklah selalu mudah karena suatu karya terkadang tidak mempunyai judul yang bisa didefinisikan, contohnya karya Bach, yang judulnya berupa penomoran.

Untungnya, Lagrima adalah kata dalam bahasa Spanyol dan memiliki arti, yaitu air mata. Dari pengertian ini saja, kita sudah bisa mendapatkan gambaran atau atmosfer yang akan berusaha kita sampaikan. Air mata bisa saja membawa suasana sedih atau bahagia. Hal ini nantinya akan bergantung pada sang musisi, atmosfer apa yang ia pilih.

Hal berikutnya yang masih berhubungan dengan poin ini adalah histori sang komposer. Fransisco Tarrega adalah salah satu komposer besar di dunia gitar klasik. Ia hidup dan menulis banyak komposisi gitar pada periode Romantik.

Dari informasi ini, kita bisa berusaha mencari tahu, apa yang menjadi hal unik dari periode Romantik, jika dibandingkan dengan Barok atau Klasik. Periode Romantik merupakan periode di mana harmonisasi melodi menjadi lebih bervariasi, misalnya banyak penggunaan inversi. Dynamic rangenya juga lebih luas. Banyak juga penggunaan rubato yang tidak tertulis, dll.


2. Struktur

Saya akan menjabarkan analisa untuk bar 1-8. Jika saya bagi struktur bar 1- 8, maka pembagiannya adalah 2 (bar1-2) + 2 (bar 3-4) + 4 (bar 5-8). Struktur ini penting untuk membentuk frase dari karya. Sama halnya seperti berbicara, ada kalanya kita menempatkan koma, titik, tanda tanya, tanda seru. Terlepas dari tanda baca mana yang kita gunakan, selalu ada kejelasan pemotongan kalimat, yang membuat maknanya mudah dimengerti. Hal ini sama seperti menyampaikan pesan dalam permainan instrumen. Kita harus selalu menempatkan `tanda baca` tersebut, supaya kalimat kita dimengerti oleh pendengar.


3. Harmoni

Di sini saya akan menggabungkan harmoni dengan pergerakan melodi.

Jika kalian sudah mengenal teori musik, mungkin kalian sudah pernah mendapat info, kalau tingkat 5 (Dominan) mempunyai kekuatan dalam harmoni. Terkadang pada tingkat ini kita memberikan penekanan ekstra atau aksen.

Pada Bar 1 kita mempunyai chord E Mayor dan di bar 2 kita berakhir di B7. Dari penjelasan awal saya, mungkin kalian akan berusaha memberikan penekanan atau memainkan bar ini dengan lebih kencang. Namun hal ini bukanlah harga mati, mengingat ada pergerakan melodi yang bergerak menutup frase. Maka dari itu saya akan memilih, membuat crescendo di bar 1 dan decrescendo di bar 2.

Berikutnya, coba kita lihat bar 7-8. Di sini ada progresi accord E/B-F#/A#-B7-E (I-(V)-V-I). Di sini kalian akan memberikan aksen pada progresi F# Major (inversi pertama) sebagai paralel dominan dari chord B7 setelahnya, dan kembali resolve ke E Major atau kembali ke tingkat I.


4. Dimensi atau layer

Dalam bermain instrumen, kita harus bisa menciptakan dimensi dalam suatu karya. Apa yang dimaksud dimensi di sini adalah proporsi melodi dan iringannya. Contoh dalam bar 1-2. Kita mempunyai melodi G#-A-B-F#. Maka melodi ini harus bisa lebih menonjol dibanding not lainnya. Bayangkan seorang penyanyi menyanyikan melodi tersbut, diiringi instrumen. Sang pengiring sebisa mungkin tidak akan mendominasi penyanyi, maka dari itu namanya adalah pengiring.

Kalau saya analogikan, bayangkan kalian melihat satu scene film. Pemeran utamanya lebih menonjol, tapi kalian juga melihat latar belakangnya. Sama seperti ini, kalian harus bisa menonjolkan melodi utamanya, tapi latar belakang iringannya tetap ada dan tidak overpowering.


Sekian dulu analisa singkat dari saya. Seperti kalian sudah baca, banyak sekali yang bisa kita bahas dari 8 bar saja. Bisa dibayangkan bagaimana membahas keseluruhan karyanya. Jika kalian tidak menganalisa suatu karya secara mendalam, akan terlihat dalam permainan kalian. Dalam audisi universitas musik di Austria, ada kalanya sang juri hanya mendengar selama 2 menit dan mereka akan memberhentikan permainan kalian. Hal ini terjadi, karena akan terlihat jelas, mana musisi yang serius mengerjakan `peer`nya atau yang hanya membaca notasi saja.

Analisa dan interpretasi yang saya tulis juga bukan yang paling benar, karena tidak ada interpretasi yang 100 persen benar. Apa pun interpretasi yang kalian pilih, kalian harus konsisten dan bisa meyakinkan pendengar dengan cerita yang kalian buat.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk calon - calon pelajar musik di Austria. Sampai jumpa lagi di tulisan berikutnya.


0 views

©2019 by Play from heart. Proudly created with Wix.com

This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now